– Panjang: Sekitar 45 km.
– Menghubungkan Tol Bocimi dengan Tol Cipularang.
– Fungsi: Mempercepat distribusi barang dari selatan Jabar ke Bandung dan Jakarta.
5. Tol Getaci (Gedebage–Tasikmalaya–Ciamis)
– Panjang total: Lebih dari 206 km.
– Tahap awal: Gedebage–Garut–Tasikmalaya sepanjang 95 km.
– Nilai investasi: Diperkirakan Rp56,2 triliun.
– Fungsi: Menjadi jalur tulang punggung penghubung antara wilayah timur dan pusat Jabar.
Dedi menyebut bahwa pembangunan jalan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi. Dengan terbukanya akses antarwilayah, akan tercipta sirkulasi barang, jasa, dan tenaga kerja yang lebih efisien.
“Kalau jalan sudah tersambung, pusat pertumbuhan ekonomi bisa muncul di mana saja, tidak harus menumpuk di satu kota. Ini soal keadilan pembangunan,” tuturnya.
Kelima proyek ini masih dalam proses kajian teknis, pembebasan lahan, dan penyusunan skema pendanaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggandeng Kementerian PUPR dan sektor swasta dalam skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha). Tahap konstruksi dijadwalkan dimulai tahun 2026 dengan prioritas pada wilayah dengan kemacetan tinggi dan arus logistik padat.(*)












