SUKABUMI — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya dalam membangun sistem konektivitas jalan yang terintegrasi di seluruh wilayah Jawa Barat. Tidak tanggung-tanggung, lima proyek jalan tol raksasa dipersiapkan untuk mulai konstruksi pada 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027, termasuk Tol Sukabumi–Cianjur–Padalarang yang menjadi jembatan penting antara selatan dan tengah Jabar.
“Target saya pada 2027 seluruh jalan di Jawa Barat, baik nasional, provinsi, kabupaten, maupun desa, terkoneksi dengan baik dan dalam kondisi mulus. Dari konektivitas ini lahir sirkulasi ekonomi yang kuat,” ujar Dedi saat memberikan keterangan di Jakarta.
Lima Tol Baru yang Siap Mendorong Ekonomi Jawa Barat
Proyek-proyek ini kini tengah dalam tahap persiapan teknis dan proses pembebasan lahan. Berikut rincian lima jalan tol strategis yang dirancang mengurai kemacetan dan mendorong distribusi logistik:
1. Tol Dalam Kota Bandung
– Menghubungkan Pasteur – PHH Mustofa – Ujungberung – Gede Bage – Cileunyi.
– Jenis: Tol layang perkotaan.
– Fungsi: Solusi utama kemacetan Bandung dengan akses cepat ke pusat bisnis dan pemukiman.
2. Tol Pasteur–Lembang
– Panjang: Sekitar 14–20 km.
– Fungsi: Memotong waktu tempuh ke destinasi wisata Lembang hingga 50 persen.
– Jadi alternatif baru wisatawan menghindari kemacetan menuju kawasan utara Bandung.
3. Tol Puncak (Caringin–Cianjur)
– Panjang: Diperkirakan 51,8 km.
– Wilayah terhubung: Bogor – Cianjur – Cipanas – Cugenang.
– Fungsi: Mengurangi kemacetan kronis di jalur Puncak dan membuka koridor logistik baru.
4. Tol Sukabumi–Cianjur–Padalarang












