Namun, sejumlah tantangan masih membayangi laut Sukabumi. Praktik pembuangan sampah plastik ke laut, abrasi, dan illegal fishing dinilai mengancam keseimbangan ekosistem laut. Di sisi lain, nelayan lokal mengeluhkan naiknya biaya operasional dan fluktuasi hasil tangkapan akibat perubahan iklim yang memengaruhi arah angin dan ombak.
Organisasi pemerhati lingkungan terus mendorong kolaborasi multipihak untuk menjaga keberlanjutan pesisir Sukabumi. Dari program edukasi di sekolah hingga pelatihan penangkapan ramah lingkungan bagi nelayan muda, langkah-langkah kecil mulai dibangun demi menjaga masa depan laut yang bersih dan produktif.
Laut Sukabumi bukan hanya warisan geografis, tapi juga warisan kehidupan. Di balik ombaknya, tersimpan harapan dan tantangan yang harus dijawab bersama—oleh nelayan, pemerintah, wisatawan, dan generasi penerus.(*)












