Nasional

Fakta Viral Hujan Debu di Bogor, Warga Citeureup Terdampak

×

Fakta Viral Hujan Debu di Bogor, Warga Citeureup Terdampak

Sebarkan artikel ini
Fenomena hujan debu yang melanda Kampung Cigeger, Desa Citeureup, Kabupaten Bogor, menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial.
Fenomena hujan debu yang melanda Kampung Cigeger, Desa Citeureup, Kabupaten Bogor, menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial.

BOGOR — Fenomena hujan debu yang melanda Kampung Cigeger, Desa Citeureup, Kabupaten Bogor, menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial. Dalam sejumlah video amatir yang beredar, debu putih tampak beterbangan dan menutupi permukiman warga, membuat aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 10 Agustus 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, warga tengah beraktivitas di sekitar lapangan sepak bola yang berlokasi di samping pabrik Indocement. Tiba-tiba, angin kencang membawa gumpalan debu putih yang menutupi pandangan dan membuat napas terasa berat. Anak-anak yang sedang bermain pun terpaksa menghentikan aktivitasnya, sementara warung-warung di sekitar lapangan langsung tertutup debu⁽¹⁾.

Pj Kepala Desa Citeureup, Padi Ardianto, menjelaskan bahwa hujan debu berasal dari proses pembersihan sumbatan di pabrik Indocement. Proses tersebut berlangsung selama lima hingga tujuh menit, namun angin yang bertiup kencang menyebabkan debu menyebar ke permukiman warga dan bertahan di udara hingga dua jam sebelum akhirnya diguyur hujan sekitar pukul 17.00 WIB⁽¹⁾.

Diperkirakan sekitar 400 rumah di RW 5 terdampak, dengan total 1.200 jiwa. Meski tidak ada kerusakan material, genteng dan halaman rumah dipenuhi debu putih. Pemeriksaan kesehatan gratis segera dilakukan oleh puskesmas setempat bekerja sama dengan pihak Indocement untuk memastikan warga tidak mengalami gangguan pernapasan⁽¹⁾.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menanggapi kejadian ini. Ia menyatakan bahwa tim dari Dinas Lingkungan Hidup telah turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses produksi di pabrik tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji akan menindaklanjuti temuan ini sesuai prosedur hukum yang berlaku, termasuk kemungkinan sanksi administratif dan denda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *