Berita Sukabumi

Fakta MBG Bermasalah? Kasus Keracunan Terjadi di Sukabumi, Lampung Hingga Bengkulu

×

Fakta MBG Bermasalah? Kasus Keracunan Terjadi di Sukabumi, Lampung Hingga Bengkulu

Sebarkan artikel ini
ebanyak 69 siswa SMKN 1 Cibadak dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG pada Kamis, 11 September 2025.
ebanyak 69 siswa SMKN 1 Cibadak dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG pada Kamis, 11 September 2025.

SUKABUMI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi pelajar justru menuai sorotan setelah sejumlah kasus keracunan massal terjadi di berbagai daerah. Di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 69 siswa SMKN 1 Cibadak dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan MBG pada Kamis, 11 September 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyebutkan bahwa gejala mulai dirasakan beberapa jam setelah makan siang. “Kami langsung membuka posko di UKS, melakukan observasi, dan mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium,” ujarnya. Menu yang dikonsumsi saat itu terdiri dari nasi, telur, kacang panjang, tahu, susu kotak, dan jeruk.

Kasus serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Bandar Lampung, ratusan siswa dari SDN 2 Sukabumi dan SMPN 31 Campang Raya mengalami keracunan pada akhir Agustus. Tiga siswa bahkan harus dirawat intensif di RS Urip Sumoharjo.

Sementara di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sebanyak 80 siswa dari dua sekolah mengalami gejala serupa pada 3 September. Pemerintah daerah langsung melakukan inspeksi ke dapur penyedia MBG untuk mengecek higienitas dan proses pengolahan makanan.

Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, Sri Raharjo, menilai rangkaian insiden ini sebagai bentuk kegagalan sistemik. “Ada masalah dalam penyiapan, pengolahan, dan distribusi makanan. Ini harus segera dibenahi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *