SUKABUMI — Di balik ukurannya yang mungil, Kota Sukabumi menyimpan segudang fakta menarik yang menjadikannya salah satu daerah paling unik di Jawa Barat. Terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango, kota ini memiliki iklim sejuk yang membuatnya nyaman untuk ditinggali maupun dikunjungi. Dengan luas hanya 48,33 km², Sukabumi tercatat sebagai kota terkecil ketiga di Jawa Barat setelah Cimahi dan Cirebon.
Nama “Sukabumi” sendiri memiliki dua versi asal-usul. Dalam bahasa Sunda, “suka” berarti senang dan “bumen” berarti menetap, sehingga Sukabumi diartikan sebagai tempat yang menyenangkan untuk menetap. Versi lain berasal dari bahasa Sanskerta, yakni “suka” dan “bhumi” yang berarti tanah yang membahagiakan.
Sejak ditetapkan sebagai kotapraja oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1914, Sukabumi berkembang sebagai kawasan perkebunan teh dan kopi. Bahkan, teh dari Sukabumi sempat menembus pasar Eropa di masa kolonial.
Salah satu ikon kuliner yang melekat kuat dengan identitas kota ini adalah mochi. Makanan kenyal berbahan dasar tepung ketan ini menjadi oleh-oleh khas Sukabumi dan melahirkan julukan “Kota Mochi”.
Tak hanya kuliner, Sukabumi juga dikenal sebagai “Kota Santri” karena banyaknya pondok pesantren yang tersebar di wilayahnya. Tradisi salat subuh berjamaah dan maghrib mengaji menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.












