Meski demikian, tantangan tetap ada. Beberapa peselancar mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung seperti lifeguard profesional, papan informasi cuaca, dan pengelolaan sampah di sekitar pantai. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk melakukan penataan kawasan secara bertahap.
“Surfing bukan hanya olahraga, tapi juga gaya hidup dan daya tarik wisata. Cimaja punya semua itu, tinggal bagaimana kita kelola dengan baik,” tambah Iman.
Dengan kombinasi alam yang mendukung, komunitas yang aktif, dan perhatian pemerintah, Cimaja terus melaju sebagai destinasi surfing unggulan. Ombak yang tak pernah tidur menjadi saksi bahwa Sukabumi punya energi laut yang tak kalah dari Bali atau Mentawai.(*)












