SUKABUMI — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan selatan Kabupaten Sukabumi kembali menimbulkan insiden memprihatinkan. Dua perahu nelayan asal Indramayu dilaporkan terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Tegalbuleud, Rabu (6/8) pagi, menyebabkan satu nelayan dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian intensif.
Komandan Basarnas Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari perjalanan dua perahu tradisional bernama Moal Boros 03 dan Moal Boros 09 yang bertolak dari Pantai Palabuhanratu pada Jumat (1/8) pagi. Kedua perahu dikemudikan oleh nelayan asal Desa Dadap, Kabupaten Indramayu, dengan tujuan mencari ikan di wilayah laut lepas sekitar Tegalbuleud.
“Awalnya perjalanan kedua perahu berlangsung normal hingga malam hari pada Selasa (5/8). Namun saat mencoba memasuki perairan Tegalbuleud sekitar pukul 22.00 WIB, keduanya dihantam gelombang tinggi secara tiba-tiba dari arah samping sehingga tidak mampu bertahan dan akhirnya terbalik,” ungkap Suryo kepada wartawan.
Dalam kejadian tersebut, Hasidin (45), pengemudi Moal Boros 03, berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat. Sedangkan rekannya, Hamdan (45), pengemudi Moal Boros 09, hingga kini belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
“Kesaksian warga menyebutkan bahwa gelombang saat itu sangat besar dan datang secara mendadak, membuat kedua perahu terhempas tanpa sempat melakukan manuver menghindar,” tambah Suryo.
Menyikapi insiden ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, Forkopimcam Tegalbuleud, serta nelayan lokal bergerak cepat melakukan assessment dan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Korban yang berhasil diselamatkan langsung diberikan pertolongan dan dievakuasi ke tempat aman.












