Ia menilai, saat ini merupakan momentum tepat untuk membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha. Persaingan antar destinasi wisata semakin ketat, sehingga Kota Sukabumi harus berani menawarkan skema pengelolaan terbaik.
“Kalau dibiarkan dengan pola lama, aset bisa terbengkalai. Dengan Beauty Contest, semua pihak bisa menang—pemerintah mendapat PAD, masyarakat mendapat manfaat ekonomi, dan wisatawan mendapat pelayanan terbaik,” imbuhnya.
Rahmat juga mengajak para pengusaha untuk mempersiapkan penawaran terbaik yang saling menguntungkan.
“Tentunya yang memberikan benefit dan profit tertinggi bagi Pemkot, sekaligus menyediakan fasilitas dan layanan terbaik bagi pengunjung dan masyarakat,” pungkasnya.(*)












