Berita Sukabumi

Kasus Balita Raya Dedi Mulyadi Sebut Bupati Sukabumi Kurang Cekatan, Tak Bisa Landai Lagi

×

Kasus Balita Raya Dedi Mulyadi Sebut Bupati Sukabumi Kurang Cekatan, Tak Bisa Landai Lagi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

SUKABUMI — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan teguran keras kepada Bupati Sukabumi Asep Japar atas lambannya penanganan kasus tragis meninggalnya balita Raya (4) akibat infeksi cacing gelang akut. Ia menilai pemerintah kabupaten kecolongan dalam mengawasi kesehatan warganya.

“Kita tegur keras. Ini tidak boleh lagi landai seperti itu. Sukabumi punya banyak masalah—dari infrastruktur buruk hingga ribuan rumah terdampak gempa yang belum direhabilitasi. Dibutuhkan kecekatan, bukan kerja santai,” ujar Dedi dalam tayangan Metro Hari Ini, Kamis (21/8/2025).

Dedi juga menyoroti lemahnya fungsi layanan dasar di tingkat desa, seperti Posyandu, bidan, dan Puskesmas, yang dinilai gagal mendeteksi kondisi kesehatan Raya sejak dini. Ia meminta kepala desa lebih proaktif dan sistem komunikasi antarwilayah diperbaiki.

“Kenapa bisa lolos? Kenapa tidak terpantau oleh lingkungan desa, bidan, Puskesmas, dan dinas kesehatan? Ini harus dianalisis,” tegasnya.

Saat ini, orang tua Raya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Welas Asih. Sang ibu mengalami gangguan jiwa, sementara ayahnya menderita TBC. Keduanya tidak mampu memberikan pengasuhan yang layak.

Menanggapi kritik tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar membantah tudingan pembiaran. Ia menyebut Raya sudah menjadi peserta Posyandu dan telah menerima obat cacing. Bidan desa juga disebut rutin melakukan kunjungan.

“Kami tidak diam. Bahkan, keluarga korban masih ada hubungan dengan kepala desa. Bidan juga sudah turun tangan,” ujar Asep.

Kasus Raya mencuat setelah video yang diunggah oleh lembaga relawan Rumah Teduh Sahabat Iin viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat cacing gelang sepanjang 15 cm keluar dari lubang hidung Raya. Ia diduga terinfeksi akibat bermain di kolong rumah yang juga difungsikan sebagai kandang ayam.

Raya dievakuasi oleh relawan pada 13 Juli 2025 dan meninggal dunia pada 22 Juli 2025. Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan, dengan tubuh diduga dipenuhi cacing parasit yang menyebar hingga ke otak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *