SUKABUMI — Sukabumi, wilayah yang terletak di selatan Jawa Barat, semakin dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di Indonesia. Dengan total lebih dari 720 pesantren yang tersebar di Kabupaten dan Kota Sukabumi, daerah ini tengah mengukuhkan diri sebagai “Kota Santri” yang menjadi tujuan utama pendidikan berbasis keagamaan.
Menurut data Kementerian Agama, terdapat 629 pesantren di Kabupaten Sukabumi dan 93 pesantren di Kota Sukabumi, mencakup berbagai tipe pendidikan, mulai dari pesantren salafiyah tradisional hingga pesantren modern yang menggabungkan kurikulum agama dan umum.
Salah satu pesantren tertua dan terbesar adalah Pesantren Al Masthuriyah, yang berdiri sejak tahun 1920 di Kampung Tipar. Dengan jumlah santri mencapai 3.000 orang, pesantren ini menyediakan jenjang pendidikan lengkap dari TK hingga perguruan tinggi, dan sering dikunjungi oleh tokoh nasional.
Sementara itu, Pesantren Assalam Sukabumi menjadi contoh pesantren modern yang mengadopsi sistem pendidikan ala Gontor. Berdiri sejak 1968 dan resmi beroperasi pada 1983, pesantren ini memiliki dua kampus terpisah untuk putra dan putri, serta fasilitas lengkap seperti masjid, asrama, kolam renang, dan lapangan olahraga.
Tak kalah menarik, Sukabumi juga memiliki pesantren khusus tahfidz seperti Darul Hikam, yang fokus pada hafalan Al-Qur’an 30 juz bersanad untuk santri putri. Pesantren ini menawarkan pendekatan eksklusif dengan pendampingan langsung dari para kyai.
Keberadaan pesantren-pesantren ini tidak hanya memperkuat identitas keislaman Sukabumi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Pemerintah daerah terus mendukung pengembangan pesantren melalui program pendidikan, pelatihan guru, dan peningkatan fasilitas.
Dengan kombinasi antara tradisi keagamaan yang kuat dan inovasi pendidikan, Sukabumi menjadi destinasi utama bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan Islam terbaik bagi anak-anak mereka.(*)












