Berita Sukabumi

Fakta-Fakta Musim Hujan di Sukabumi: Curah Tinggi, Longsor Mengintai, Waspada!

×

Fakta-Fakta Musim Hujan di Sukabumi: Curah Tinggi, Longsor Mengintai, Waspada!

Sebarkan artikel ini
Memasuki musim hujan, sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Sukabumi mulai mengalami peningkatan intensitas curah hujan.
Memasuki musim hujan, sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Sukabumi mulai mengalami peningkatan intensitas curah hujan.

SUKABUMI – Memasuki musim hujan, sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Sukabumi mulai mengalami peningkatan intensitas curah hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa wilayah Sukabumi termasuk dalam zona rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Berikut sejumlah fakta penting terkait musim hujan di Sukabumi yang perlu diketahui masyarakat:

1. Curah Hujan Tinggi di Wilayah Pegunungan

Wilayah seperti Kecamatan Cikembar, Cisolok, dan Cikidang tercatat memiliki curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan daerah pesisir. BMKG menyebutkan bahwa hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari.

2. Potensi Longsor di Daerah Lereng

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit dan tebing untuk meningkatkan kewaspadaan. Tanah yang jenuh air berisiko mengalami pergerakan, terutama di wilayah seperti Nyalindung, Kadudampit, dan Sagaranten.

“Kami sudah siagakan tim reaksi cepat di sejumlah titik rawan longsor. Warga diminta segera melapor jika melihat retakan tanah atau pohon miring,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/8).

3. Banjir di Wilayah Perkotaan

Beberapa titik di Kota Sukabumi seperti Jalan Bhayangkara, Cikondang, dan Lembursitu kerap mengalami genangan saat hujan deras. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) telah melakukan pembersihan saluran air dan drainase untuk mengurangi risiko banjir.

4. Gangguan Aktivitas dan Transportasi

Musim hujan juga berdampak pada aktivitas harian warga. Beberapa jalur transportasi seperti Jalan Raya Selabintana dan ruas Cibadak–Palabuhanratu rawan licin dan berkabut. Dinas Perhubungan mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu utama saat berkendara.

5. Ancaman Penyakit Musim Hujan

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mencatat peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan ISPA selama musim hujan. Genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, sementara udara lembap memicu gangguan pernapasan.

“Kami mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, melakukan 3M Plus, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam tinggi,” ujar Kepala Dinkes Kota Sukabumi.

Imbauan Pemerintah:

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk:

  • – Memantau informasi cuaca dari BMKG
    – Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat
    – Menjaga kebersihan saluran air
    – Melaporkan potensi bencana ke RT/RW atau BPBD setempat

Musim hujan bukan hanya soal cuaca, tapi juga soal kesiapsiagaan. Dengan informasi yang tepat dan tindakan preventif, risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan warga tetap terjaga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *