SUKABUMI — Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) menjadi salah satu proyek strategis nasional yang dinanti masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Sukabumi. Tol ini digadang-gadang sebagai solusi kemacetan parah di jalur utama Bogor–Sukabumi yang selama ini dikenal padat dan rawan kecelakaan.
Tol Bocimi dirancang membentang sepanjang ±54 kilometer, terbagi dalam empat seksi. Seksi I, yang menghubungkan Ciawi hingga Cigombong sepanjang 15,35 kilometer, telah beroperasi sejak 2018. Seksi II, dari Cigombong ke Cibadak sepanjang 11,9 kilometer, resmi dibuka pada Juli 2023 dan langsung disambut antusias oleh pengguna jalan.
Dengan beroperasinya dua seksi awal, waktu tempuh dari Bogor ke Cibadak yang sebelumnya bisa mencapai 3–4 jam saat akhir pekan, kini dapat dipangkas menjadi sekitar 1,5 jam. Efisiensi ini tak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga pada sektor ekonomi dan pariwisata Sukabumi yang mulai menggeliat.
Seksi III dan IV, yang akan menghubungkan Cibadak hingga Sukabumi dan berlanjut ke wilayah utara Sukabumi, masih dalam tahap konstruksi dan perencanaan. Jika seluruh ruas selesai, Tol Bocimi akan menjadi jalur vital yang menghubungkan kawasan Jabodetabek dengan selatan Jawa Barat secara lebih cepat dan aman.
Direktur Utama PT Trans Jabar Tol, selaku pengelola proyek, menyebutkan bahwa tantangan utama pembangunan terletak pada kontur tanah yang labil dan curam, serta proses pembebasan lahan yang memerlukan pendekatan sosial dan hukum yang hati-hati. Meski demikian, pemerintah pusat terus mendorong percepatan pembangunan melalui skema pendanaan dan dukungan regulasi.












