S mengaku didorong oleh Cecep hingga jatuh, lalu saat berusaha bangkit dalam kondisi dipegangi banyak orang, ia meronta dan secara tidak sengaja mencakar wajah Cecep. “Itu spontan, bukan niat menyerang. Saya hanya membela diri,” tegasnya.
S juga menyebut dirinya sempat dipukul oleh pihak lain dalam insiden tersebut, namun tidak terjadi baku hantam karena keduanya dipegangi oleh saksi di lokasi.
Meski pelaku telah diperiksa oleh penyidik, keluarga korban menyayangkan belum adanya penahanan maupun itikad baik dari pelaku.
“Enggak pernah ada WA, telepon, atau datang. Kami hanya ingin keadilan,” kata Nina.
Cecep berharap proses hukum berjalan sesuai aturan dan pelaku bertanggung jawab atas luka fisik dan trauma yang dialaminya.(*)












