Berita Sukabumi

Fakta Balita di Parungkuda Tewas Tenggelam di Kolam Kecil

×

Fakta Balita di Parungkuda Tewas Tenggelam di Kolam Kecil

Sebarkan artikel ini
CEK TKP: Petugas Kepolisian saat mengecek lokasi kolam ikan yang merenggut nyawa Muhamad Elbarra (2) di Kampung Bojong Tengah, Desa Langgensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8) pagi.
CEK TKP: Petugas Kepolisian saat mengecek lokasi kolam ikan yang merenggut nyawa Muhamad Elbarra (2) di Kampung Bojong Tengah, Desa Langgensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8) pagi.

SUKABUMI — Suasana pagi yang damai di Kampung Bojong Tengah, Desa Langgensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang balita berusia dua tahun, Muhamad Elbarra Ismail, ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke kolam ikan milik tetangga, Minggu (2/8) sekitar pukul 08.30 WIB.

Korban merupakan anak kedua dari pasangan Didin Saepudin (38) dan Sumiati (32). Bocah yang akrab disapa “Bara” oleh keluarganya itu ditemukan mengambang tak bernyawa di kolam yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah mereka.

Saat kejadian, Sumiati tengah mencuci pakaian di rumah, sementara Didin berada di dalam rumah. Keduanya sempat kehilangan jejak Bara yang biasanya bermain di sekitar halaman.

“Istri saya bertanya, ‘A si Bara ke mana?’ Saya jawab, ‘Nggak tahu, tadi main di situ,’” ujar Didin dengan suara lirih saat ditemui di rumah duka.

Panik mulai menyelimuti pasangan itu. Mereka menyisir sudut-sudut kampung, termasuk lokasi tempat Bara biasa bermain. Pencarian pertama tidak membuahkan hasil. Namun pada pencarian kedua, tubuh Bara ditemukan mengambang di kolam ikan milik tetangga.

“Saya langsung angkat anak saya dan bawa ke Klinik PMC. Tapi sesampainya di sana, Bara sudah dinyatakan meninggal dunia,” kata Didin.

Tiga personel dari Polsek Parungkuda segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Mereka didampingi Kepala Desa Langgensari untuk melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) dan rumah duka.

Petugas kepolisian melakukan pengecekan menyeluruh di lokasi kolam ikan yang menjadi tempat terakhir korban ditemukan. Namun pihak keluarga menyatakan tidak ingin dilakukan autopsi terhadap jasad anak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *