Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata mulai berkembang pesat. Kehadiran CPUGG mendorong masyarakat untuk mengelola potensi alam secara berkelanjutan, sekaligus menjaga warisan budaya yang telah ada sejak ratusan tahun.
Camat Cisolok, Asep Mauludin, dalam pernyataannya menyebut bahwa Cisolok bukan hanya “nan elok” secara visual, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam. “Kami ingin Cisolok dikenal bukan hanya karena pantainya, tapi juga karena nilai-nilai budaya dan alam yang diwariskan turun-temurun,” ujarnya.(*)












