CISOLOK — Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perikanan terus menggencarkan upaya pengembangan garam rakyat di wilayah pesisir selatan. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui koordinasi bersama Kelompok Usaha Garam Rakyat “TB Mandiri Sejahtera” di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menyebut Desa Buniasih memiliki potensi besar dalam produksi garam. Hasil uji laboratorium Sucofindo menunjukkan kadar garam lokal mencapai 97,75 persen, dengan kapasitas produksi antara 8 hingga 10 ton per bulan. “Kualitasnya sangat baik, tetapi masih ada kendala, terutama keterbatasan alat produksi,” ujarnya.
Dalam pertemuan koordinatif di Balai Desa Buniasih, Dinas Perikanan memetakan kebutuhan teknis yang mendesak bagi kelompok usaha. Di antaranya mesin air, pompa, genset, oven pengering, cetakan bata garam, dan pengelolaan lahan yang belum dimanfaatkan optimal.
Nunung menegaskan bahwa penguatan produksi garam rakyat merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal. “Jika dukungan alat tersedia dan mutu terus ditingkatkan, produktivitas akan tumbuh. Ini bukan hanya soal garam, tapi soal membangun ekonomi masyarakat pesisir,” tuturnya.












