Berita Sukabumi

Asal Usul Kecamatan Cisolok: Warisan Alam dan Budaya di Ujung Barat Sukabumi

×

Asal Usul Kecamatan Cisolok: Warisan Alam dan Budaya di Ujung Barat Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Asal Usul Kecamatan Cisolok
Asal Usul Kecamatan Cisolok

SUKABUMI – Kecamatan Cisolok, yang terletak di ujung barat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bukan hanya dikenal sebagai kawasan wisata alam, tetapi juga menyimpan sejarah dan warisan budaya yang kaya. Nama “Cisolok” berasal dari bahasa Sunda, yaitu ci yang berarti air dan solok yang merujuk pada aliran atau celah sempit tempat air mengalir. Nama ini menggambarkan karakter geografis wilayah yang dipenuhi aliran sungai kecil dan sumber mata air panas alami.

Secara administratif, Cisolok merupakan satu-satunya kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Wilayah ini juga menjadi bagian dari kawasan strategis nasional, yakni Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG), karena memiliki warisan geologi dan ekosistem yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu.

Salah satu ikon sejarah dan alam Cisolok adalah Geyser Cisolok, sumber mata air panas yang menyembur langsung dari tanah tanpa campuran belerang. Fenomena ini menjadi daya tarik wisata sejak zaman kolonial Belanda dan dipercaya memiliki khasiat kesehatan. Selain geyser, Cisolok juga dikenal dengan keberadaan kampung adat Sirnaresmi, yang masih menjaga tradisi leluhur Sunda Wiwitan dan sistem pertanian berbasis kearifan lokal.

Kecamatan Cisolok terdiri dari 13 desa, di antaranya Pasirbaru, Cikahuripan, Karangpapak, Sirnaresmi, Cicadas, Cikelat, Gunung Karamat, Gunung Tanjung, Caringin, Sukarame, Wangunsari, Wanajaya, dan Desa Cisolok sendiri. Dengan luas wilayah mencapai 173,56 km², Cisolok memiliki bentang alam yang memadukan dataran tinggi dan pesisir Samudera Hindia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *