SUKABUMI — Kereta Api Pangrango merupakan salah satu moda transportasi vital yang menghubungkan wilayah Bogor dan Sukabumi di Provinsi Jawa Barat. Selain menjadi pilihan utama bagi masyarakat lokal untuk mobilitas harian, KA Pangrango juga berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi regional.
Rute dan Operasional
KA Pangrango melayani rute Bogor–Sukabumi dengan beberapa stasiun pemberhentian, di antaranya:
- – Stasiun Bogor Paledang
– Stasiun Batu Tulis
– Stasiun Maseng
– Stasiun Cicurug
– Stasiun Parungkuda
– Stasiun Cibadak
– Stasiun Sukabumi
Kereta ini beroperasi dengan jadwal reguler setiap hari, dan menjadi satu-satunya layanan kereta api penumpang yang melintasi jalur tersebut. KA Pangrango dikenal dengan dua kelas layanan: Ekonomi dan Eksekutif, yang memberikan pilihan sesuai kebutuhan penumpang.
Sejarah dan Peran Strategis
Jalur Bogor–Sukabumi sempat mengalami penutupan dan revitalisasi, sebelum akhirnya KA Pangrango kembali beroperasi dengan armada yang lebih modern dan nyaman. Kehadirannya sangat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di jalur darat, terutama di kawasan Puncak dan Cicurug yang padat kendaraan.
Selain itu, KA Pangrango juga menjadi akses utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, salah satu destinasi alam favorit di Jawa Barat.
Keselamatan dan Regulasi
KA Pangrango beroperasi di jalur rel yang cukup padat dan melewati kawasan permukiman. Oleh karena itu, PT KAI terus mengingatkan masyarakat untuk tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api, sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 178.
Setiap insiden yang melibatkan warga di jalur rel, seperti tertemper atau kecelakaan, ditangani sesuai prosedur keselamatan dan protokol operasional yang ketat. Masinis wajib menghentikan perjalanan untuk pemeriksaan jika terjadi gangguan di lintasan.
Fakta Menarik KA Pangrango
- – Jarak tempuh: ±57 km dari Bogor ke Sukabumi
– Durasi perjalanan: Sekitar 2 jam
– Kapasitas penumpang: Ratusan orang per hari
– Daya tarik wisata: Akses ke Gunung Gede Pangrango, Situ Gunung, dan kawasan konservasi alam lainnya
– Harga tiket: Terjangkau, mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif
KA Pangrango bukan sekadar kereta api, melainkan urat nadi penghubung antara kota dan alam, antara aktivitas harian dan petualangan. Dengan terus meningkatkan layanan dan keselamatan, KA Pangrango diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat Jawa Barat.(*)












