Berita Sukabumi

4 Fakta Keunikan Kota Sukabumi, Mitos Batu Hitam dan Ular Tanpa Kepala

×

4 Fakta Keunikan Kota Sukabumi, Mitos Batu Hitam dan Ular Tanpa Kepala

Sebarkan artikel ini
Kota Sukabumi, yang terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango, menyimpan berbagai keunikan yang menjadikannya istimewa di antara kota-kota lain di Jawa Barat.
Kota Sukabumi, yang terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango, menyimpan berbagai keunikan yang menjadikannya istimewa di antara kota-kota lain di Jawa Barat.

SUKABUMI —  Kota Sukabumi, yang terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango, menyimpan berbagai keunikan yang menjadikannya istimewa di antara kota-kota lain di Jawa Barat. Berikut adalah empat fakta menarik tentang kota ini:

  1. Iklim Sejuk dan Nyaman

– Kota Sukabumi dikenal dengan udaranya yang sejuk karena berada di ketinggian sekitar 584 meter di atas permukaan laut.
– Suhu yang dingin membuat kota ini dijuluki sebagai “kulkas alami” oleh sebagian masyarakat⁽¹⁾.
– Kondisi iklim ini menjadikannya tempat ideal untuk berwisata dan melepas penat.

 2. Sejarah yang Kaya dan Unik

– Nama “Sukabumi” berasal dari bahasa Sunda: “Suka” berarti senang dan “Bumi” berarti tempat, sehingga bisa diartikan sebagai “Tanah yang Menyenangkan”.

– Kota ini mulai dikenal sejak zaman Hindia Belanda, ketika ahli bedah dan pengelola perkebunan kopi dan teh, Andries de Wilde, menyebutnya sebagai “Soeka Bumi” dalam laporan survei.

– Sukabumi juga memiliki peran dalam sejarah perjuangan Indonesia, termasuk dalam Perang Kemerdekaan dan pemberontakan DI/TII.

     3. Mochi: Si Kecil Bulat Manis

– Sukabumi terkenal dengan kuliner khasnya yaitu kue mochi, makanan bulat kecil dengan tekstur kenyal dan rasa manis.

– Mochi Sukabumi menjadi oleh-oleh favorit wisatawan dan telah menjadi ikon kuliner kota ini.

4.  Mitos Batu Hitam dan Ular Tanpa Kepala

– Di Jalan Stadion Suryakencana terdapat sebuah batu hitam besar yang disebut-sebut berusia ribuan tahun.

– Masyarakat percaya bahwa batu tersebut dihuni oleh seekor ular besar tanpa kepala, menjadikannya bagian dari cerita mistis yang diwariskan turun-temurun.

– Mitos ini dipercaya sebagai cara untuk mengajarkan masyarakat agar lebih menghormati alam sekitar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *