Berita Sukabumi

Asal Usul Kecamatan Sukabumi: Jejak Sejarah dari Cikole hingga Soekaboemi

×

Asal Usul Kecamatan Sukabumi: Jejak Sejarah dari Cikole hingga Soekaboemi

Sebarkan artikel ini
Kecamatan Sukabumi, yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Sukabumi, memiliki akar sejarah panjang yang berkelindan dengan perkembangan wilayah Priangan Barat di masa kolonial
Kecamatan Sukabumi, yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Sukabumi, memiliki akar sejarah panjang yang berkelindan dengan perkembangan wilayah Priangan Barat di masa kolonial

SUKABUMI – Kecamatan Sukabumi, yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Sukabumi, memiliki akar sejarah panjang yang berkelindan dengan perkembangan wilayah Priangan Barat di masa kolonial. Nama “Sukabumi” sendiri berasal dari bahasa Sunda, yaitu suka bumen, yang berarti “senang menetap” di suatu tempat karena kenyamanan dan kesejukan udaranya.

Namun, dalam catatan sejarah, nama “Soekaboemi” pertama kali diperkenalkan secara resmi pada 13 Januari 1815 oleh seorang ahli bedah dan penjelajah Belanda bernama Dr. Andries Christoffel Johannes de Wilde. Ia mengusulkan penggantian nama wilayah Cikole —yang saat itu merupakan kampung kecil di kaki Gunung Gede—menjadi “Soekaboemi” dalam suratnya kepada Pieter Engelhard, seorang pejabat Hindia Belanda.

Perubahan nama ini kemudian disetujui oleh pemerintah kolonial, dan sejak saat itu, nama Soekaboemi mulai digunakan secara luas. Wilayah ini berkembang pesat sebagai pusat perkebunan kopi di era Hindia Belanda, berkat iklimnya yang sejuk dan tanahnya yang subur.

Pada tahun 1921, berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, status Afdeeling Sukabumi ditingkatkan menjadi Kabupaten Sukabumi, yang mencakup enam distrik utama: Sukabumi, Cicurug, Cibadak, Palabuhanratu, Jampang Tengah, dan Jampang Kulon. Kedudukan patih sebagai pemimpin pribumi digantikan oleh seorang bupati, menandai awal pemerintahan lokal yang lebih terstruktur.

Kini, Kecamatan Sukabumi menjadi salah satu dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dengan peran strategis sebagai wilayah penyangga antara Kota Sukabumi dan daerah pedesaan di sekitarnya. Wilayah ini terus berkembang, namun tetap menyimpan jejak sejarah yang penting dalam pembentukan identitas Sukabumi sebagai “bumi kesukaan” yang kaya akan budaya dan alam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *