SUKABUMI — Suasana duka dan kepanikan menyelimuti Kampung Tugu, Desa Tugu Bandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (23/8), setelah ratusan warga mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare. Dugaan kuat, mereka mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan pada acara syukuran empat bulanan kehamilan salah satu warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara Adiwiguna, membenarkan kejadian tersebut. Laporan pertama diterima sekitar pukul 19.28 WIB, dengan keluhan muncul hampir bersamaan sejak Jumat malam (22/8).
“Puskesmas Kabandungan bersama unsur Muspika langsung turun ke lokasi, membuka posko darurat, serta melakukan evakuasi dan penanganan medis,” ujar Agung.
Menu yang disajikan dalam acara syukuran meliputi ayam bakar, nasi, sambal, lalapan, sop buah, bolu, dan berbagai hidangan pelengkap. Gejala mulai dirasakan warga sekitar pukul 23.00 WIB, dan jumlah korban terus bertambah hingga keesokan paginya.
Pasien dengan gejala ringan telah diperbolehkan pulang, sementara sebagian lainnya masih dalam pengawasan intensif. Petugas kesehatan juga telah mengambil sampel makanan dan muntahan korban untuk pemeriksaan laboratorium.
“Hasil laboratorium akan menentukan apakah makanan menjadi sumber keracunan atau ada faktor lain,” tambah Agung.












