SUKABUMI — Suara gemuruh dan kayu patah memecah kesunyian malam di Kampung Ciburial, Desa Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/8) pukul 22.55 WIB. Atap bangunan Madrasah Diniyah (MD) Nurul Hikmah ambruk total, meruntuhkan tiga ruang kelas yang selama ini menjadi tempat belajar bagi 90 siswa.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini melumpuhkan kegiatan belajar mengajar. Para siswa kini terpaksa belajar di ruang darurat: kelas 3 hingga 6 di sebuah majelis warga, sementara kelas 1 dan 2 menumpang di masjid depan sekolah.
“Alhamdulillah kejadiannya malam, jadi tidak ada anak-anak di sekolah,” ujar Kepala MD Nurul Hikmah, Yeti Paridayati, Rabu (20/8).
Yeti mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sejak lama. Sebulan sebelum ambruk total, sebagian atap depan sudah roboh. Bangunan yang berdiri sejak 1980 itu terakhir kali diperbaiki lima tahun lalu, hanya berupa pengecatan dan perbaikan ringan.
“Kami sudah sekat ruangan seadanya agar semua siswa tertampung. Sekarang malah tambah sulit karena harus pindah ke majelis dan masjid,” jelasnya.
Minimnya perawatan dan terpaan hujan deras membuat struktur bangunan tak lagi kokoh. Warga kini bergotong royong membersihkan puing-puing, namun keterbatasan dana membuat mereka tak mampu membangun kembali.












