SUKABUMI — Kabupaten Sukabumi, wilayah terluas di Jawa Barat, kini dipimpin oleh Drs. H. Asep Japar, M.M., yang resmi menjabat sebagai Bupati Sukabumi ke-19 sejak 20 Februari 2025. Ia menggantikan Drs. H. Marwan Hamami, yang sebelumnya menjabat selama dua periode sejak 2016.
Sejak pembentukan pemerintahan Kabupaten Sukabumi pada 21 April 1921, tercatat telah ada 19 bupati yang memimpin daerah ini. Bupati pertama adalah Raden Adipati Aria Soerianatabrata, yang menjabat dari tahun 1921 hingga 1930, pada masa Hindia Belanda. Ia dikenal sebagai tokoh birokrat yang membangun fondasi pemerintahan lokal di Sukabumi.
Berikut beberapa nama penting dalam sejarah kepemimpinan Sukabumi:
- – R.A.A. Soeriadanoeningrat (1930–1942), menjabat dua kali
– Mr. Haroen (1945–1947), bupati pertama pasca kemerdekaan
– AKBP H. Anwari (1967–1978), berlatar belakang kepolisian
– Drs. H. Maman Sulaeman (2000–2005), bupati pertama yang memiliki wakil
– Drs. H. Sukmawijaya, M.M. (2005–2015), hasil Pilkada langsung pertama
– Drs. H. Marwan Hamami, M.M. (2016–2024), dua periode kepemimpinan
– Drs. H. Asep Japar, M.M. (2025–2030), petahana saat ini
Sejak tahun 2005, pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat melalui Pilkada. Sebelumnya, bupati dipilih oleh DPRD atau ditunjuk oleh pemerintah pusat. Perubahan sistem ini menjadi tonggak demokrasi lokal yang memperkuat partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Wakil Bupati terpilih mendampingi Asep Japar adalah H. Andreas, S.E., yang bersama-sama berkomitmen melanjutkan pembangunan berbasis potensi lokal, seperti pariwisata, pertanian, dan pendidikan pesantren.
Dengan sejarah panjang dan dinamika politik yang terus berkembang, Kabupaten Sukabumi menunjukkan konsistensi dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik. Penetapan Asep Japar sebagai Bupati ke-19 menjadi babak baru dalam perjalanan panjang kepemimpinan daerah yang berpusat di Palabuhanratu ini.(*)












