Berita Sukabumi

32 Anak Cidolog Sukabumi Keracunan MBG,  Alami Gejala Muntah dan Diare

×

32 Anak Cidolog Sukabumi Keracunan MBG,  Alami Gejala Muntah dan Diare

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 32 anak dari delapan kampung di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, demam, diare, dan lemas setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (6/8/2025).
Sebanyak 32 anak dari delapan kampung di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, demam, diare, dan lemas setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (6/8/2025).

SUKABUMI — Sebanyak 32 anak dari delapan kampung di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, demam, diare, dan lemas setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (6/8/2025). Peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari Puskesmas Cidolog yang segera melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) ke lokasi kejadian.

Kepala Puskesmas Cidolog, Cepi Hermansyah SKM, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga terkait keluhan kesehatan yang dialami anak-anak. Setelah dilakukan pemeriksaan lapangan, tercatat 32 anak mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan makanan. Anak-anak tersebut berasal dari Kampung Tugu (11 anak), Kampung Cikadu (4), Kampung Ciwaru (1), Kampung Ciseupan (1), Kampung Pasir Malang (4), Kampung Ciawitali (9), Kampung Citiis (1), dan Kampung Cisuren (1).

Menurut Cepi, gejala yang dialami para anak relatif seragam, yakni mual, muntah, demam, sakit perut, diare, dan tubuh lemas. Satu anak bernama Arkais (9), warga Kampung Tugu, sempat dirawat intensif di Puskesmas Cidolog pada Kamis dini hari dan kini telah diperbolehkan pulang. Seluruh anak yang terdampak saat ini dilaporkan dalam kondisi membaik.

Tim medis dari Puskesmas Cidolog telah melakukan pemeriksaan kondisi umum dan tanda-tanda vital (TTV), serta memberikan obat-obatan simptomatik untuk meringankan gejala. Selain itu, edukasi kesehatan juga diberikan kepada orang tua dan warga sekitar agar lebih waspada terhadap kebersihan makanan dan lingkungan.

Dalam penanganan kasus ini, Puskesmas Cidolog menggandeng unsur lintas sektor, termasuk Forkopimcam Cidolog, Pemerintah Desa Cipamingkis, Posramil Cidolog, Polsek Sagaranten, serta organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Koordinasi ini dinilai penting untuk memastikan penanganan cepat dan mencegah penyebaran lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *